Showing posts with label penerjemah. Show all posts
Showing posts with label penerjemah. Show all posts

Kali ini di markas PM


4 bulan berlalu sejak April 2011, tepatnya di awal musim gugur 2011, suami menerima telepon dari kantor polisi militer (PM). Mereka meminta saya untuk membantu sebagai penerjemah. Mereka dapat rekomendasi dari kantor polisi yang pernah saya bantu.
Kali ini ada 3 TKI yang tertangkap dan tentunya ada kesulitan bahasa. Suami mengijinkan saya membantu mereka. Kali ini tidak dijemput. Katanya tidak bagus image nya kalo saya dijemput mobil PM, kayak orang jahat. Lebih baik saya diantar pihak keluarga.
Markas PM terletak di daerah konaklı, sekitar 15 km dari pusat kota Alanya. Toko adik ipar yang dijagai olehnya dan bamer terletak di konaklı. Saya dari toko yang di pusat Alanya naik bus ke konaklı. Sampe di toko adik ipar, kemudian diantar ke markas PM oleh bamer menggunakan mobilnya. Meskipun saya mantunya, saya ga boleh duduk di depan. Tapi di belakang, untuk menghindari fitnah. Kecuali keadaan darurat. Seperti pulang mudik koper segede gaban ga muat di bagasi jadi ditaro di kursi belakang dan anak saya masih kecil ga boleh duduk di depan, jadi saat itu saya terpaksa duduk di depan.
Sesampainya di markas PM, saya dipertemukan dengan 3 TKI tersebut. Dan penerjemahan pun dimulai. Kali ini hanya 3 orang yamg saya bantu, tapi memakan waktu lebih lama dari pengalaman terdahulu.
Kami berpindah pindah ke ruang sana ke ruang sini, membuat bamer merasa kasihan pada saya. Bada maghrib baru selesai prosesnya dan tanda tangan berita acara perkara (BAP).
Pengalaman di markas PM ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Saya merasa lelah. Mungkin karena para tentara yang berwajah serius, tak ada senyum sedikit pun. Kami hanya disuguhi teh. Dan mbak mbak TKI ga dikasih makan. Kasian mereka.
Berbeda ketika di kantor polisi waktu itu. Polisinya ramah ramah. Selain teh, kami disuguhi biskuit. Dan mbak TKI diberi makan döner durum. Dan yang penting proses interogasi ga seperti interogasi karena suasananya cair diselingi canda tawa.

Jangan Tangkap Menantuku




Suatu hari di April 2011, pihak kepolisian Alanya menelpon saya ke rumah. Saat itu saya sedang di toko bantu suami. Bumer yang jawab telpon ngasih tahu polisi untuk nelpon ke toko. Polisi pun nelpon ke toko dan dijawab oleh suami. Mereka minta suami untuk mengijinkan istrinya membantu polisi. Saat itu ada TKI ilegal yang tertangkap dan mereka membutuhkan penerjemah. Suami memberi ijin dan saya dijemput oleh seorang polisi dengan mobil sipil (butut)
Saya bertugas membantu 4 TKI untuk menjadi penerjemahnya. Lumayan memakan waktu beberapa jam di kantor polisi. Setelah beres dan menandatangani berita acara perkara, kami pun ngobrol ngobrol dengan polwan di bagian yang menangani orang asing, sembari saya menunggu polisi yang mau nganterin saya pulang.
"Suami kamu baik ga? kalo ga baik laporin ya," tanya salah satu polwan pada saya.
"Baik kok," jawab saya sambil senyum.
Pak Polisi kepala bagian nimbrung juga bilang gini, "jangankan suaminya, bumernya juga baik banget. Tadi aja waktu saya nelpon, bumernya panik disangkanya menantunya mau ditangkep: "menantu saya jangan ditangkap". Terus saya bilang kalo kami bukan mau nangkap tapi mau minta bantuan, baru dech bumernya tenang"
Polisi yang mau ngantar saya udah siap. Saya berpisah dengan 4 TKI asal bali dengan cipika cipiki. Mereka pergi ke rs utk pemeriksaan kesehatan, kemudian diantar ke provinsi antalya yang selanjutnya dipulangkan ke Indonesia. Saya pun pulang diantar dua polisi berpakaian sipil dan mobil sipil (butut) lagi.

Apakah di Turki ada tukang urut?

  jawabannya ADA, disebut ÇIKIKÇI (dibaca: ceu-keuk-ceu). profesi ini bukanlah profesi yang formal dimana terdapat tempat praktek dengan pla...